Jumlah Riemann pada Integral ini pertama kali diperkenalkan oleh Bernhard Riemann, seorang matematikawan asli Jerman. Lebih lengkap tentang Riemann bisa dibaca dalam Biografi Bernhard Riemann.
Mengenai bentuk aplikasi jumlah Riemann ini bisa untuk awalnya anda perhatikan kurva di bawah ini.
Permasalahannya adalah ketika anda disuruh menghitung luas area yang berwarna abu-abu?
Contoh aplikasi atau penggunaan pendekatan ini akan diawali dengan membagi area tersebut menjadi beberapa persegi panjang. Perhatikan gambar di bawah ini,
Masing masing Persegipanjang bisa dihitung luasnya dengan penjabaran
Persegi panjang 1 memiliki luas A1 dengan panjang Δx1 dan lebar f(x1) .
dengan A1=p×l=f(x1)Δx1
Persegi panjang 2 memiliki luas A2 dengan panjang Δx2 dan lebar f(x2) .
dengan A2=p×l=f(x2)Δx2
Persegi panjang 3 memiliki luas A3 dengan panjang Δx3 dan lebar f(x3) .
dengan A3=p×l=f(x3)Δx3
dst
Persegi panjang 8 memiliki luas A8 dengan panjang Δx8 dan lebar f(x8) .
dengan A8=p×l=f(x8)Δx8
Dengan menggunakan notasi sigma akan diperoleh,
A1+A2+A3+...+A8=f(x1)Δx1+f(x2)Δx2+f(x3)Δx3+...+f(x8)Δx8=8∑i=1f(xi)Δxi
Defenis Jumlah Riemann
Jadi Jumlah Riemann bisa didefeniskan
Nilai n∑i=1f(xi)Δxi didefenisikan sebagai Jumlah Riemann fungsi f(x) dimana xi adalah titik wakil pada interval ke-i dan Δxi lebar interval ke-i dan n banyak sub-interval (banyaknya persegi panjang yang terbentuk) dari interval [a,b] . Titik wakil (xi) kita peroleh dengan tiga cara yaitu titik ujung kiri subinterval, titik tengah subinterval, dan titik ujung kanan subinterval, dimana setiap jenis titik wakil memberikan hasil yang berbeda. Untuk memahami lebih lanjut berikut beberapa contoh soal dan pembahasan yang saya kutip dari http://www.freemathlearn.tk/2014/03/pembahasan-jumlah-riemann-pada-integral.html
Contoh Soal dan Pembahasan Jumlah Integral Riemaan
Soal 1: Tentukan jumlah Riemann dari Fungsi di bawah ini,
![]() |
Soal dari www.freemathlearn.tk |
Pembahasan:
Persegi panjang I : p = 0,7 , titik wakil x1=0,5
sehingga lebar =f(x1)=f(0,5)=(0,5)2−4(0,5)+3=1,25 . L1=p×l=0,7×1,25=0,875
Persegi panjang 2 : panjang = 1,7 - 0,7 = 1 , titik wakil x2=1,5
sehingga lebar =f(x2)=f(1,5)=(1,5)2−4(1,5)+3=−0,75=0,75 .
L2=p×l=1×0,75=0,75
Persegi panjang 3 : panjang = 2,7 - 1,7 = 1 , titik wakil x3=2
sehingga lebar =f(x3)=f(2)=(2)2−4(2)+3=−1=1 .
L3=p×l=1×1=1
Persegi panjang 4 : panjang = 4 - 2,7 = 1,3 , titik wakil x4=3,5
sehingga lebar =f(x4)=f(3,5)=(3,5)2−4(3,5)+3=1,25 .
L4=p×l=1,3×1,25=1,625
Jadi, Jumlah riemann atau pendekatan luasnya =L1+L2+L3+L4=0,875+0,75+1+1,625=4,25
Soal 2. Diketahui suatu fungsi f(x)=x pada interval [0, 3], tentukan jumlah Riemann dengan menggunakan 6 subinterval sama panjang dan titik wakilnya :
a. titik ujung kanan subinterval
b. titik tengah subinterval
c. titik ujung kiri subinterval
Penyelesaian :
a). titik ujung kanan subinterval
Menentukan panjang setiap subinterval (Δxi) :
Pada interval [0,3] dibagi menjadi 6 subinterval sama panjang, sehingga :
Δxi=Δx=3−06=36=0,5
Untuk dapat menentukan jumlah Riemann fungsi f(x)=x dengan 6 subinterval pada selang [0,3], perhatikan grafik fungsi f(x)=x pada interval [0, 3] dan titik ujung kanan subinterval, berikut:
Karena yang diminta adalah titik ujung kanan subinterval, maka nilai xi yang digunakan adalah sebelah kanan setiap subintervalnya.
*). Menentukan lebar (tinggi ) masing-masing subinterval dengan fungsi f(x)=x
Subinterval 1 : 0 - 0,5 dengan x1=0,5→f(x1)=f(0,5)=0,5
Subinterval 2 : 0,5 - 1 dengan x2=1→f(x2)=f(1)=1
Subinterval 3 : 1 - 1,5 dengan x3=1,5→f(x3)=f(1,5)=1,5
Subinterval 4 : 1,5 - 2 dengan x4=2→f(x4)=f(2)=2
Subinterval 5 : 2 - 2,5 dengan x5=2,5→f(x5)=f(2,5)=2,5
Subinterval 6 : 2,5 - 3 dengan x6=3→f(x6)=f(3)=3
*). Menentukan jumlah Riemann :
Jumlah Riemann =6∑i=1f(xi)Δxi=6∑i=1f(xi)Δx=f(x1)Δx+f(x2)Δx+f(x3)Δx+f(x4)Δx+f(x5)Δx+f(x6)Δx=[0,5+1+1,5+2+2,5+3]×0,5=[10,5]×0,5=5,25
Jadi, jumlah riemann dengan titik ujung kanan subintervalnya adalah 5,25.
b). titik tengah subinterval
Untuk dapat menentukan jumlah Riemann fungsi f(x)=x dengan 6 subinterval pada selang [0,3], perhatikan grafik fungsi f(x)=x pada interval [0, 3] dan titik tengah subinterval, berikut:
Karena yang diminta adalah titik tengah subinterval, maka nilai xi yang digunakan adalah nilai tengah setiap subintervalnya.
*). Menentukan lebar (tinggi ) masing-masing subinterval dengan fungsi f(x)=x
Subinterval 1 : 0 - 0,5 dengan x1=0,25→f(x1)=f(0,25)=0,25
Subinterval 2 : 0,5 - 1 dengan x2=0,75→f(x2)=f(0,75)=0,75
Subinterval 3 : 1 - 1,5 dengan x3=1,25→f(x3)=f(1,25)=1,25
Subinterval 4 : 1,5 - 2 dengan x4=1,75→f(x4)=f(1,75)=1,75
Subinterval 5 : 2 - 2,5 dengan x5=2,25→f(x5)=f(2,25)=2,25
Subinterval 6 : 2,5 - 3 dengan x6=2,75→f(x6)=f(2,75)=2,75
*). Menentukan jumlah Riemann :
Jumlah Riemann =6∑i=1f(xi)Δxi=6∑i=1f(xi)Δx=f(x1)Δx+f(x2)Δx+f(x3)Δx+f(x4)Δx+f(x5)Δx+f(x6)Δx=[0,25+0,75+1,25+1,75+2,25+2,75]×0,5=[9]×0,5=4,5
Jadi, jumlah riemann dengan titik ujung kanan subintervalnya adalah 4,5.
c). titik ujung kiri subinterval
Untuk dapat menentukan jumlah Riemann fungsi f(x)=x dengan 6 subinterval pada selang [0,3], perhatikan grafik fungsi f(x)=x pada interval [0, 3] dan titik ujung kiri subinterval, berikut:
Karena yang diminta adalah titik ujung kanan subinterval, maka nilai xi yang digunakan adalah sebelah kiri setiap subintervalnya.
*). Menentukan lebar (tinggi ) masing-masing subinterval dengan fungsi f(x)=x
Subinterval 1 : 0 - 0,5 dengan x1=0→f(x1)=f(0)=0
Subinterval 2 : 0,5 - 1 dengan x2=0,5→f(x2)=f(0,5)=0,5
Subinterval 3 : 1 - 1,5 dengan x3=1→f(x3)=f(1)=1
Subinterval 4 : 1,5 - 2 dengan x4=1,5→f(x4)=f(1,5)=1,5
Subinterval 5 : 2 - 2,5 dengan x5=2→f(x5)=f(2)=2
Subinterval 6 : 2,5 - 3 dengan x6=2,5→f(x6)=f(2,5)=2,5
*). Menentukan jumlah Riemann :
Jumlah Riemann =6∑i=1f(xi)Δxi=6∑i=1f(xi)Δx=f(x1)Δx+f(x2)Δx+f(x3)Δx+f(x4)Δx+f(x5)Δx+f(x6)Δx=[0+0,5+1+1,5+2+2,5]×0,5=[7,5]×0,5=3,75
Jadi, jumlah riemann dengan titik ujung kanan subintervalnya adalah 3,75.
Soal 3. Misalkan diketahui suatu fungsi f(x)=x2 pada interval [0, 3], tentukan jumlah Riemann dengan menggunakan 6 subinterval sama panjang dan titik ujung kanan subinterval sebagai titik wakil tiap-tiap subinterval.
Penyelesaian :
*). Menentukan panjang setiap subinterval (Δxi) :
Pada interval [0,3] dibagi menjadi 6 subinterval sama panjang, sehingga :
Δxi=Δx=3−06=36=0,5
*). Menentukan titik wakil (xi) dengan membagi menjadi 6 subinterval :
Karena yang diminta adalah titik ujung kanan subinterval, maka nilai xi yang digunakan adalah sebelah kanan setiap subintervalnya.
*). Menentukan lebar (tinggi ) masing-masing subinterval dengan fungsi f(x)=x2
Subinterval 1 : 0 - 0,5 dengan x1=0,5→f(x1)=f(0,5)=0,52=0,25
Subinterval 2 : 0,5 - 1 dengan x2=1→f(x2)=f(1)=12=1
Subinterval 3 : 1 - 1,5 dengan x3=1,5→f(x3)=f(1,5)=1,52=2,25
Subinterval 4 : 1,5 - 2 dengan x4=2→f(x4)=f(2)=22=4
Subinterval 5 : 2 - 2,5 dengan x5=2,5→f(x5)=f(2,5)=2,52=6,25
Subinterval 6 : 2,5 - 3 dengan x6=3→f(x6)=f(3)=32=9
*). Menentukan jumlah Riemann :
Jumlah Riemann =6∑i=1f(xi)Δxi=6∑i=1f(xi)Δx=f(x1)Δx+f(x2)Δx+f(x3)Δx+f(x4)Δx+f(x5)Δx+f(x6)Δx=[0,25+1+2,25+4+6,25+9]×0,5=[22,75]×0,5=11,375
Jadi, jumlah riemann dengan titik ujung kanan subintervalnya adalah 11,375.
Perhatikan ketiga gambar luasan berikut ini.
Luas Suatu Daerah dengan Jumlah Riemann
Misalkan kita akan menghitung luas suatu daerah yang dibatasi oleh kurva y=f(x) pada selang interval [a,b] dengan membagi menjadi n subinterval (n menuju tak hingga), maka akan kita peroleh luas sebenarnya dengan perhitungan :
Luas =limn→∞n∑i=1f(xi)Δxi
dengan Δxi=Δx=b−an .
penulisan lainnya : limn→∞n∑i=1f(xi)Δxi=b∫af(x)dx
Catatan :
Bentuk b∫af(x)dx inilah yang disebut sebagai integral Tentu fungsi f(x) pada interval [a,b] .
Luas =limn→∞n∑i=1f(xi)Δxi
dengan Δxi=Δx=b−an .
penulisan lainnya : limn→∞n∑i=1f(xi)Δxi=b∫af(x)dx
Catatan :
Bentuk b∫af(x)dx inilah yang disebut sebagai integral Tentu fungsi f(x) pada interval [a,b] .
Untuk memudahkan dalam pengerjaan jumlah riemann, sebaiknya kita pelajari rumus umum notasi sigma berikut ini :
i). n∑k=1k=1+2+3+...+n=12n(n+1)
ii). n∑k=1k2=12+22+32+...+n2=16n(n+1)(2n+1)
iii). n∑k=1k3=13+23+33+...+n3=(12n(n+1))2
Contoh Soal Luas Daerah dengan Riemann :
Soal 1. Misalkan diberikan suatu fungsi f(x)=x, tentukan integral tentu dari f(x)=x pada interval [0, 3] atau 3∫0xdx
Penyelesaian :
*). Interval yang diminta [a,b]=[0,3]
*). Menentukan nilai Δxi=Δx=b−an=3−0n=3n
*). Menentukan bentuk umum dari f(xi)
x1=0+Δx=0+3n=1×3n
x2=0+2Δx=0+2×3n=2×3n
x3=0+3Δx=0+3×3n=3×3n
dan seterusnya ........
xi=0+iΔx=0+i×3n=i×3n
Untuk bentuk f(x)=x , maka f(xi)=i×3n
*). Menentukan jumlah riemann :
limn→∞n∑i=1f(xi)Δxi=limn→∞n∑i=1i×3n3n=limn→∞n∑i=1i×9n2=limn→∞9n2n∑i=1i(gunakan rumus notasi sigma)=limn→∞9n2[12n(n+1)]=limn→∞92n(n+1)n2=limn→∞92n2+92nn2=92
Sehingga nilai dari limn→∞n∑i=1f(xi)Δxi=3∫0xdx=92
Soal 2. Misalkan diberikan suatu fungsi f(x)=x2, tentukan integral tentu dari f(x)=x2 pada interval [0, 2] atau 2∫0x2dx
Penyelesaian :
*). Interval yang diminta [a,b]=[0,2]
*). Menentukan nilai Δxi=Δx=b−an=2−0n=2n
*). Menentukan bentuk umum dari f(xi)
x1=0+Δx=0+2n=1×2n
x2=0+2Δx=0+2×2n=2×2n
x3=0+3Δx=0+3×2n=3×2n
dan seterusnya ........
xi=0+iΔx=0+i×2n=i×2n
Untuk bentuk f(x)=x2 , maka f(xi)=(i×2n)2=4n2×i2
*). Menentukan jumlah riemannya :
limn→∞n∑i=1f(xi)Δxi=limn→∞n∑i=14n2×i22n=limn→∞n∑i=1i2×8n3=limn→∞8n3n∑i=1i2(gunakan rumus notasi sigma)=limn→∞8n316n(n+1)(2n+1)=limn→∞8n316(2n3+3n2+n)=limn→∞4n313(2n3+3n2+n)=limn→∞8n3+12n2+4n3n3=83
Sehingga nilai dari limn→∞n∑i=1f(xi)Δxi=2∫0x2dx=83
6). Nyatakan limit berikut sebagai suatu integal tentu :
a). limn→∞n∑i=1√4in4n
b). limn→∞n∑i=1(1+2in)2n
c). limn→∞1n(cos(πn)+cos(2πn)+cos(3πn)+...+cos(nπn))
Penyelesaian :
a). limn→∞n∑i=1√4in4n
*). Berdasarkan rumus : limn→∞n∑i=1f(xi)Δxi maka :
*). Δxi=b−an=4n→b−a=4
dengan a=0 maka b−a=4→b−0=4→b=4.
*). Bentuk xi=iΔxi=i4n=4in
f(xi)=√4in=√xi artinya f(x)=√x.
*). Bentuk integral tentunya :
limn→∞n∑i=1√4in4n=b∫af(x)dx=4∫0√xdx
Jadi, bentuk integral tentunya adalah 4∫0√xdx .
b). limn→∞n∑i=1(1+2in)2n
Dari soal ini, bentuk 1+2in , artinya xi=a+iΔxi , sehingga a=1
*). Berdasarkan rumus : limn→∞n∑i=1f(xi)Δxi maka :
*). Δxi=b−an=2n→b−a=2
dengan a=1 maka b−a=2→b−1=2→b=3.
*). Bentuk xi=a+iΔxi=1+i2n=1+2in
f(xi)=(1+2in)=(xi) artinya f(x)=x.
*). Bentuk integral tentunya :
limn→∞n∑i=1(1+2in)2n=b∫af(x)dx=3∫1xdx
Jadi, bentuk integral tentunya adalah 3∫1xdx .
c). limn→∞1n(cos(πn)+cos(2πn)+cos(3πn)+...+cos(nπn))
*). Kita jadikan bentuk notasi sigma :
1n(cos(πn)+cos(2πn)+cos(3πn)+...+cos(nπn))=n∑i=11ncosπ(in)
*). Sehingga soal yang akan kita ubah adalah limn→∞n∑i=11ncosπ(in)
*). Berdasarkan rumus : limn→∞n∑i=1f(xi)Δxi maka :
*). Δxi=b−an=1n→b−a=1
dengan a=0 maka b−a=1→b−0=1→b=1.
*). Bentuk xi=iΔxi=i1n=in
f(xi)=cosπ(in)=cosπ(xi) artinya f(x)=cosπx.
*). Bentuk integral tentunya :
limn→∞n∑i=11ncosπ(in)=b∫af(x)dx=1∫0cosπxdx
Jadi, bentuk integral tentunya adalah 1∫0cosπxdx .
Jadilah Komentator Pertama untuk "Jumlah Riemann pada Integral (Integral Riemann)"
Post a Comment